Profil

“WONG TeRIK FOUNDATION” adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mewadahi partisipasi masyarakat dalam upaya-upaya penyelamatan peninggalan sejarah dan budaya Mojopahit, baik yang berwujud fisik, seperti struktur bangunan, aftefak, ecofak, dan lain-lain, maupun yang berwujud non-fisik, seperti kebudayaan, tradisi, kesenian, dan nilai-nilai kehidupan lainnya.

“WONG TeRIK FOUNDATION” dirancang sebagai simpul jejaring antar elemen, beranggotakan berbagai institusi dan atau perorangan yang memiliki kepedulian terhadap Mojopahit.

“WONG TeRIK FOUNDATION” berkedudukan di kawasan Trowulan-Mojokerto.

Mengapa bernama “WONG TeRIK”?

Menurut catatan sejarah, lahirnya Kerajaan Mojopahit berawal dari inisiatif Raden Wijaya yang mendirikan sebuah pemerintahan kecil di area Hutan Orang Terik (Jw: Alasing Wong Terik). Lokasi hutan tersebut dihibahkan oleh Wong Terik (masyarakat “Terik”) setelah Raden Wijaya berhasil mengalahkan tentara Tartar. Semangat, pengorbanan dan bantuan Wong Terik terhadap lahirnya desa Mojopahit yang dikemudian hari tumbuh dan berkembang menjadi kerajaan besar itulah yang mengilhami spirit dan nama lembaga ini, yaitu “WONG TeRIK FOUNDATION”.

Latar Belakang “WONG TeRIK” Didirikan

Kerajaan Mojopahit adalah kerajaan besar yang pernah menguasai nusantara dan memiliki pengaruh yang sangat besar pada geopolitik kawasan Asia Tenggara lama. Sumbangsih Mojopahit terhadap kehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia sangatlah besar. Dari warisan budaya Mojopahitlah asal lambang negara Garuda, semboyan negara Bhineka Tunggal Ika, bendera negara Merah Putih, dan sebagainya. Mojopahit juga memiliki sumbangan yang besar dalam hal pengembangan ilmu ketatanegaraan, teknologi kemaritiman, kebudayaan, kerukunan hidup beragama, serta nilai-nilai moral kehidupan lainnya.

Jejak peninggalan Kerajaan Mojopahit itu banyak dijumpai di kawasan Trowulan-Mojokerto yang menurut perkiraan para ahli merupakan situs ibukota Mojopahit pada masa jayanya. Di kawasan tersebut banyak ditemukan situs berupa bangunan candi, pondasi, konstruksi batu bata, artefak, ekofak, dan lain-lain. Namun sayangnya peninggalan Mojopahit di kawasan Trowulan saat ini menghadapi ancaman kepunahan akibat kegiatan ekonomi masyarakat yang tidak terkendali. Diketahui tidak kurang dari 3000 titik lokasi pembuatan batu bata yang menggerus dan merusak lapisan sejarah budaya Mojopahit. Hal itu terjadi dari hari ke hari tanpa bisa dihentikan karena berbagai alasan. Di sisi lain, warisan budaya Mojopahit yang berwujud non-fisik, seperti kebudayaan, tradisi, kesenian, dan nilai-nilai kehidupan lainnya yang diyakini memiliki filosofi adiluhung juga menghadapi kepunahan, tergerus oleh arus globalisasi dan perubahan jaman yang kadang tidak sesuai dengan watak dan jatidiri bangsa.

Sesungguhnya pihak pemerintah maupun institusi non pemerintah serta sebagian anggota masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap warisan sejarah dan budaya Mojopahit telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkannya. Namun demikian, berbagai upaya tersebut tampaknya kurang optimal dan belum mampu mencapai keinginan yang diharapkan. Upaya pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan warisan sejarah dan budaya Mojopahit memang bukanlah perkara yang sederhana, permasalahan yang dihadapi cukup kompleks serta memerlukan keterlibatan banyak pihak. Salah satu pihak yang sangat diperlukan keterlibatannya adalah masyarakat Trowulan dan sekitarnya yang secara langsung terdampak kegiatan pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan warisan sejarah dan budaya Mojopahit. Guna mengotimalkan partisipasi masyarakat tersebut diperlukan organisasi/lembaga yang berfungsi sebagai simpul jejaring antar elemen masyarakat, sekaligus berfungsi sebagai mediator yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah (pusat maupun daerah) dengan masyarakat dan pihak swasta. Untuk menjalankan kedua fungsi itulah “WONG TeRIK FOUNDATION” ini didirikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: